ASTHMA

ASTHMA

Penyakit Asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang mengandung arti “sulit bernapas”. Gejala awal dari timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi (bengek) yang dikarenakan adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat.

Secara global, pengertian penyakit asma adalah suatu jenis penyakit gangguan pernapasan khususnya pada paru-paru. Asma merupakan suatu penyakit yang dikenal dengan penyakit sesak napas yang dikarenakan adanya penyempitan pada saluran pernapasan karena adanya aktivitas berlebih yang mengakibatkan terhadap suatu rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan dan penyempitan pada pembuluh darah dan udara yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada. Umumnya seseorang yang menderita sesak napas atau asma bersifat sementara dan dapat sembuh seperti sedia kala dengan atau tanpa bantuan obat.

Gambar : Skema tubuh penderita asma

Keterangan :

a. Skema tubuh penderita asma yang dilihat dari paru-paru
b. Pembuluh atau saluran pernapasan normal
c. pembuluh atau saluran pernapasan pada penderita asma yang dilihat adanya cairan yang mengendap dalam saluran pernapasan akibat polusi udara, debu, alergi dsb.

Penyakit asma tidak mengenal umur, ras, dan derajat seseorang. Siapa saja dapat terkena penyakit asma mulai dari masa kanak-kanak sampai orang dewasa. Jika pada anak-anak penyakit asma ini bersifat kronis. Menurut data dan sumber yang diperoleh dari Asosiasi Paru-paru di Amerika mengungkapkan bahwa 1 diantara 3 orang penderita asma adalah mereka yang berusia dibawah usia 18 tahun. Alergi merupakan penyebab utama pemicu timbulnya gejala asma. Diketahui sekitar 80 % penyakit asma banyak menyerang anak-anak dan 50 % menyerang orang dewasa.

Menurut sebuah sumber dari sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika dan Eropa menegaskan dalam buku “American Journal of Repiratory and Critical Care Medicine mengungkapkan “Bila salah orang tua mengidap penyakit asma besar kemungkinan anak juga akan menderita asma yang resikonya 3x lipat lebih besar daripada orang tuanya, sedangkan apabila kedua orang tua menderita asma, maka anak juga akan menderita asma 6x lebih besar resiko dari penyakit asma dibanding orang tuanya”.

Fakta yang menarik dari penyakit asma yang dilanda oleh penduduk Amerika :

1. Pada tahun 2002, sekitar 21,9 juta penduduk Amerika yang terjangkit penyakit asma menyerang anak-anak lebih dari 8 juta anak yang umumnya berusia dibawah 18 tahun.

2. Kota di Amerika memiliki tingkat infeksi dan alergi yang lebih tinggi yang menyebabkan asma, yang banyak terjadi di California, New York dan Texas.

3. Di Amerika, penyakit asma masuk dalam peringkat 10 besar yang memiliki jumlah pasien rawat inap paling banyak.

4. pada tahun 1980-1994, terdapat 160 % terjadi peningkatan para pengidap asma hingga menyerang pada balita.

5. Sekitar 20 juta dari total penduduk Amerika menderita asma dan 70 % diantaranya disebabkan oleh alergi.

Kemudian di dapat definisi tentang penyakit asma adalah peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan yang resersibel yang mengakibatkan pembengkakan pada The lining of bronchial tubes in the lungs sehingga menghasilkan sekresi cairan yang kental dan berlebih. Hingga saat ini belum ada obat yang cocok untuk mengatasi atau menyembuhkan asma. Pengobatan para penyadang asma biasanya dilakukan dengan cara pemberian oksigen atau alat bantu untuk mengatasi asma (spray asthma), pengobatan herbal dan lainnya. Namun dari banyaknya kasus para penderita asma ditentukan oleh tingkat keparahan asma yang diidap seseorang yang kemudian akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Penyakit asma bisa dicegah dengan mengatur pola hidup yang seimbang dan sehat dengan menjaga kondisi tubuh dari perubahan cuaca yang terkadang tidak menentu, pola makan, olahraga yang teratur, jauhi rokok dan minuman alkohol serta menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem sekitar lingkungan rumah anda.

Batuk Pilek akibat Alergi: Mengenal dan Menanganinya

Berbagai jenis batuk dan pilek dapat menyerang kita. Salah satu penyebab batuk pilek yang cukup sering ditemukan adalah batuk pilek akibat alergi. Konsep terjadinya batuk pilek alergi telah lama sekali dikenal, bahkan sejak sebelum dekade 1940-an. Memang batuk pilek alergi tergolong penyakit yang sangat umum. Sekitar 20% orang dari seluruh populasi memiliki riwayat batuk pilek alergi; dengan jumlah kasus sedikit lebih sering pada pria. Batuk ini umumnya tidak fatal bagi penderitanya namun dapat mengganggu kualitas hidupnya jika tidak diobati.

Apa yang sebenarnya terjadi pada saluran napas penderita batuk pilek alergi? Batuk pilek alergi timbul sebagai akibat dari reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap suatu zat yang dihirup dan berpotensi mencetuskan reaksi alergi, yang disebut juga dengan alergen inhalasi. Contoh-contoh alergen inhalasi yaitu adalah rumput-rumputan, debu di dalam rumah, tungau, bulu hewan peliharaan, molds (jamur yang biasa menempel di tembok yang lembab ataupun dalam pendingin ruangan), dan sebagainya. Akibat reaksi kekebalan yang berlebihan inilah, maka produksi zat-zat kimia yang memicu peradangan akan meningkat. Zat kimia yang antara lain terdiri atas histamin, bradikinin, serotonin, dan sebagainya ini dapat menimbulkan rasa gatal dan produksi lendir di saluran napas yang berlebihan. Inilah yang dikeluhkan si penderita alergi sebagai gejala hidung meler dan batuk-batuk kering.

Ciri khas dari batuk pilek alergi adalah adanya faktor pencetus yang merangsang terjadinya serangan batuk pilek. Dan apabila faktor pencetus itu dihilangkan, serangan batuk pilek akan berkurang. Selain itu umumnya ada riwayat anggota keluarga lain yang juga menderita gangguan seperti ini.

Pilek yang disebabkan oleh alergi umumnya ditandai hidung meler dan tersumbat, disertai bersin-bersin dan rasa gatal pada hidung, mata, dan sekitarnya. Sedangkan batuk akibat alergi biasanya berupa batuk kering, terus-menerus, dan kuat; serta berlangsung selama beberapa jam sampai dengan beberapa hari. Penderitanya sama sekali tidak tampak sakit. Demikian pula jika si penderita ini diperiksa oleh dokter, tidak akan terlihat tanda-tanda fisik yang tidak normal.

Kondisi ini selain menyerang hidung dan tenggorok juga ikut menimbulkan beberapa gejala lain; seperti mata merah, sakit kepala, mata berair, badan lemas (malaise) dan lelah (fatigue), dan kadang-kadang sakit di bagian telinga.

Untuk memastikan apakah batuk pilek yang dialami disebabkan oleh alergi atau bukan, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Jika penyebab alergi sulit ditentukan namun ada kecurigaan bahwa batuk pilek disebabkan oleh alergi, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan laboratorium. Dokter Anda mungkin akan memberikan obat-obatan untuk menekan produksi zat kimia pendorong alergi, ataupun cukup dengan menghindari faktor pencetus dan mengatur lingkungan hidup. Jenis obat-obatan penekan produksi zat kimia pendorong alergi yang umum diberikan adalah dari golongan antihistamin. Jika gejala yang dialami cukup berat, pengobatan terhadap gejala batuk dan pilek mungkin juga dibutuhkan oleh si penderita.

Permalink

Recent Posts

Leave a comment

POST COMMENT

Protected by WP Anti Spam